Skip to content

Tomodachi ga…

Agak lucu juga rasanya baca-baca blog dua orang yang sepertinya lagi galau

Ehm, di sini aku nggak akan membahas soal itu.

Aku yang sejak kecil dibesarkan dengan tontonan film dan anime sudah sering mendengar kata persahabatan. Entah kenapa, meskipun digambarkan dengan sangat unyu (gak tau deh apa istilah yang bagus) aku sama sekali nggak terkesan. Kenapa? Mungkin karena aku memang bukan orang yang supel dan punya banyak teman.

Tapi tunggu, kayaknya masalahnya gak berhenti di situ. Aku sadar kalau ternyata aku sangat egosentris (kalau nggak mau dibilang egois), dan sepertinya sifat seperti itu yang mengahalangiku untuk berteman. Ditambah lagi kemampuanku untuk bersikap dan berkomunikasi yang cukup…. yah begitulah.

Sebenarnya definisi pertemanan itu apa? Sampai di titik ini aku merasa persahabatan yang digambarkan di film-film itu pathetic. Mungkin memang indah ketika seseorang membagi perasaannya dengan orang lain. Dan barangkali memang adanya teman itu yang meneguhkan hati seseorang. Tapi satu hal yang kusadari bahwa sebenarnya apapun bisa dengan mudah memisahkan dua orang teman. Apapun. Dan ketika seseorang sudah terpisah dari temannya, pasti ia akan kehilangan keseimbangan dalam hidupnya.

Lantas apa itu membuatku jadi seorang antisosial? Ya jelas nggak. Pada dasarnya, aku orang yang butuh untuk diperhatikan. Hanya saja aku tidak mau jadi orang yang tergantung pada orang lain, karena semua ketergantungan itu pada dasarnya jelek (rasanya pengecualiannya nggak perlu disebut di sini).

Toh, setidaknya aku masih punya “teman”, entah apa itu artinya. Setidaknya, ketika aku punya orang yang mengenalku dan bisa sedikit memperhatikanku pada saat tertentu (tidak harus setiap saat!), aku merasa cukup dengan itu. Di luar itu, aku bisa berdiri sendiri. Atau setidaknya aku merasa seperti itu.

Published inChatters

5 Comments

  1. alfare alfare

    menurutku, kalo kamu sanggup mengaruhin diri kamu sendiri, lalu kamu sanggup mengaruhin orang lain, lalu kamu engga masalah dengan orang itu mengaruhin diri kamu, dan proses itu terus terjadi secara berkelanjutan, maka itu berarti kau punya teman.

    tapi nyantei aja. setiap manusia pada dasarnya emang sendirian kok. semua mesti bisa berdiri di kaki sendiri sebelum ngebantu orang lain berdiri.

    • @ alfare
      Kok kalau menurutku sebenarnya inti masalahnya ada di kepekaan orangnya sendiri ya? Maksudnya, tergantung masing-masing individu menganggap dia punya teman atau nggak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

In word we trust