Skip to content

Month: March 2012

Hari Ini, 66 Tahun Lalu

@GNFI : Hari ini,66 tahun lalu, Bandung mjd buah bibir para pejuang krn pengorbanannya yg luar biasa. #BandungLautanApi

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, memperingati suatu peristiwa yang sudah terjadi itu tidak ada artinya. Kalau Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan kita akan merayakan kemerdekaan negara kita yang ke-67 pada tanggal 17 Agustus 2012 nanti. Tapi apa hubungannya tanggal 17 Agustus 1945 dengan 17 Agustus 2012? Karena 67 tahun yang lalu di tanggal yang sama Pak Soekarno membacakan proklamasi? Itu kan kalau kalendernya masehi, bagaimana kalau kalender hijriyah atau saka? Atau malah kalender Julian atau Yahudi?

Kalender, jam, hari, dan ukuran waktu lainnya hanya hasil ciptaan manusia untuk mengukur seberapa jauh jarak kita dengan masa lalu dan masa depan. Sedangkan waktu sendiri pada dasarnya adalah sesuatu yang tidak bisa kita ketahui secara kuantitatif. Kita hanya bisa membedakan antara yang sudah berlalu dengan yang akan datang dengan batas waktu kini (the present). Kalender hanya mengambil suatu waktu sebagai titik acuannya (misalnya, peristiwa hijrah Rasulullah atau lahirnya Isa Al-Masih menurut keyakinan Kristiani) dan mulai penghitungannya dari sana. Entahlah, filsafat tidak habis-habisnya bicara soal waktu, dan bahasan soal waktu memang biasanya njelimet.

Seperti apa yang pernah kita pelajari, sejarah tidak bisa diulang kembali. Kita sebenarnya hanya mengingat suatu peristiwa di saat yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan peristiwa yang kita peringati itu. Indonesia merdeka hanya sekali, kita lahir dari rahim ibu juga hanya sekali. Intinya, peristiwa apapun hanya terjadi sekali dan tidak akan ada yang menyamainya.

Leave a Comment

Musics of the Month

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=fBpsZ-phncQ]

Entah kenapa suka lagu ini. Mungkin aku emang suka lagu-lagu jadul? -______-

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=Slfcizmm1og]

Seriusan cuma pakai satu senar? o_o Ohya, sebenernya ini pertama kalinya aku mendengarkan musiknya Harry Roesli (juga Remy Sylado yang tadi). Dan almarhum cucu Marah Roesli yang satu ini memang banyak memuat kritik sosial dalam lagunya.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=h2Kao7OaIa0&w=560&h=315]

Hiromi Ueahara ini pianis dan komposer beraliran jazz fusion. Meski aku suka musik jazz, tapi cuma sekali-dua kali nguping aja sih dan nggak banyak yang kukenal.

Soal lagunya sendiri, kebetulan sering diputer pas lagi galau buntu, dan ternyata pas. :mrgreen:

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=uKjz8MldPvQ&w=420&h=315]

Yah, aku mendengarkan soundtrack anime biasanya karena efek nostalgia aja. Tapi gak semuanya juga sih. Aku juga sering nyetel lagu dari Persona Trinity Soul meski gak pernah namatin anime-nya.

On an unrelated note, aku barusan selesai baca Conan dari volume 40-an sampai ke chapter terbarunya. #lahterus

Leave a Comment

Tomodachi ga…

Agak lucu juga rasanya baca-baca blog dua orang yang sepertinya lagi galau

Ehm, di sini aku nggak akan membahas soal itu.

Aku yang sejak kecil dibesarkan dengan tontonan film dan anime sudah sering mendengar kata persahabatan. Entah kenapa, meskipun digambarkan dengan sangat unyu (gak tau deh apa istilah yang bagus) aku sama sekali nggak terkesan. Kenapa? Mungkin karena aku memang bukan orang yang supel dan punya banyak teman.

Tapi tunggu, kayaknya masalahnya gak berhenti di situ. Aku sadar kalau ternyata aku sangat egosentris (kalau nggak mau dibilang egois), dan sepertinya sifat seperti itu yang mengahalangiku untuk berteman. Ditambah lagi kemampuanku untuk bersikap dan berkomunikasi yang cukup…. yah begitulah.

Sebenarnya definisi pertemanan itu apa? Sampai di titik ini aku merasa persahabatan yang digambarkan di film-film itu pathetic. Mungkin memang indah ketika seseorang membagi perasaannya dengan orang lain. Dan barangkali memang adanya teman itu yang meneguhkan hati seseorang. Tapi satu hal yang kusadari bahwa sebenarnya apapun bisa dengan mudah memisahkan dua orang teman. Apapun. Dan ketika seseorang sudah terpisah dari temannya, pasti ia akan kehilangan keseimbangan dalam hidupnya.

Lantas apa itu membuatku jadi seorang antisosial? Ya jelas nggak. Pada dasarnya, aku orang yang butuh untuk diperhatikan. Hanya saja aku tidak mau jadi orang yang tergantung pada orang lain, karena semua ketergantungan itu pada dasarnya jelek (rasanya pengecualiannya nggak perlu disebut di sini).

Toh, setidaknya aku masih punya “teman”, entah apa itu artinya. Setidaknya, ketika aku punya orang yang mengenalku dan bisa sedikit memperhatikanku pada saat tertentu (tidak harus setiap saat!), aku merasa cukup dengan itu. Di luar itu, aku bisa berdiri sendiri. Atau setidaknya aku merasa seperti itu.

5 Comments

35

Sebenarnya blog ini makin penuh dengan postingan yang kurang bermutu, tapi anehnya follower dan jumlah kunjungan perharinya semakin banyak.

Sekalian minta maaf kepada pembaca atas kesalahan-kesalahan saya (kalau ada).

Leave a Comment
In word we trust