Skip to content

Antariksa Akhmadi Posts

Mas Alah Kepenulisan

Saya sebenarnya hendak menuliskan sesuatu mengenai filsafat, tapi entah kenapa pikiran saya “memutar balik” pada saat mencoba menuliskannya. Apa yang hendak saya utarakan, tiba-tiba semuanya menghilang seolah-olah sudah terjawab dengan sendirinya. Saya tidak tahu apa sebabnya, yang jelas ini cukup mengganggu.

Barangkali saya cuma terlalu perfeksionis, ingin semuanya sempurna. Referensi-referensi yang segunung itu ingin saya gunakan semuanya. Harus dipastikan bahwa semua tafsiran yang saya gunakan tidak “menyimpang” dari “otoritas,” entah menyimpang dan otoritas yang seperti apa itu. Katanya sih “biar afdal,” tapi toh buat apa? Saya ini kan tidak menulis makalah, apalagi skripsi atau malah disertasi.

Saya pernah menuliskan sebuah tulisan singkat sekali tentang penggunaan dekonstruksi Derrida dalam penafsiran Al-Quran di catatan Facebook. Beberapa waktu yang lalu, saya meninjau kembali catatan tersebut. Pemikiran saya waktu itu memang masih terlalu naif, tapi menurut saya cara penulisannya sudah cukup bagus. Saya heran kenapa kemampuan menulis seperti itu jadi dekaden sejak beberapa waktu yang lalu (?). 😕

Leave a Comment

RTFT, Godammit!

Kadang-kadang, saya ditanyai teman-teman sealmamater mengenai pelajaran sekolah. “Luas selimut tabung rumusnya apa?“, “Blablablayaddayadda ini artinya apa?“, “Anu dikali anu hasilnya berapa?“, dan sebagainya. Jujur, saya benar-benar muak kalau disuruh menjawabkan pertanyaan seperti ini. Kesannya, saya ini jadi seperti ensiklopedia atau mesin komputasi serbaguna. Biasanya, kalau saya ditanyai model begituan, saya akan jawab sekenannya saja dan langsung berpaling. Atau malah cuma saya jawab dengan kata-kata “nggak tahu” dan “cari aja sendiri“. Hasilnya apa? Saya dicap sebagai orang yang pelit ilmu. Beberapa kali saya diingatkan guru supaya bisa lebih “dermawan” sedikit dalam memberikan ilmu. Dan itu biasanya cuma saya tanggapi dengan mengiyakan dan mengangguk-angguk seperlunya.
 
Sebagai siswa yang agak melenceng dari rata-rata siswa pada umumnya, saya dianjurkan memberikan arahan bagi teman-teman saya supaya dapat menguasai pelajaran yang belum mereka kuasai (itu kata salah satu guru, sih). Salah satunya ya dengan itu tadi, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan seputar mata pelajaran. Saya tidak keberatan ditanyai seputar pelajaran sekolah, tapi pertanyaan yang diajukan itu lebih sering bersifat terlalu mendasar (dalam artian, sudah termuat dalam buku) sehingga saya seolah-olah disuruh membacakan ulang isi buku atau kamus. Inilah yang membuat saya jengkel bukan main.
 
Saya yakin semua yang bertanya pada saya sudah mempunyai buku sendiri-sendiri. Saya yakin mereka sudah fasih membaca, apalagi membaca SMS yang antara huruf besar dan kecilnya disebar-sebar secara membabi buta. Bertanyalah karena tidak paham, bukannya bertanya karena malas membaca!
 
Read the F-ing Manual Textbook, Godammit!

10 Comments

Welkambek

Rupanya blog ini sudah sekian lama tidak di-update dan diurus. 😆

Ternyata selama saya tinggalkan, masih ada saja yang berkomentar di sini. Beberapa memang dibalas, tapi sebagian lainnya tidak saya acuhkan.  Saya memang tidak punya sumber daya yang memadai untuk mengurus blog ini. Tulisan-tulisan saya sebelumnya tidak ada yang dipublikasikan melalui komputer. Entah apa motivasinya sampai-sampai saya membuat blog yang tidak bisa diurus.

Nah, karena saya saya sudah memiliki koneksi internet di rumah, maka rencananya blog ini akan “dihidupkan” kembali. Tapi apa yang bisa ditulis? 😛

2 Comments

Wind of Change (Scorpions)

Lagu ini pertama kali dirilis tahun 1991. Wind of Change langsung menjadi fenomenal menyusul digulirkannya kebijakan Glasnost Uni Soviet, yang berujung pada reunifikasi Jerman dan peruntuhan Tembok Berlin serta diakhirinya Perang Dingin yang sudah berlangsung selama lebih dari empat dekade. Pada pemilu AS kemarin, lagu ini sempat digunakan Barrack Obama sebagai media kampanye, sesuai dengan slogan kampanyenya `Yes We Can`. Frasa `Wind of Change` sendiri berasal dari pidato politik Perdana Menteri Britania Raya Harold MacMillian tahun 1960.

Apa, soal aransemen? Saya tidak begitu kenal ilmu musik, jadi hanya bisa bungkam saja. xP

I follow the Moskva
Down to Gorky Park
Listening to the wind of change
An August summer night
Soldiers passing by
Listening to the wind of change

The world closing in
Did you ever think
That we could be so close, like brothers
The future’s in the air
I can feel it everywhere
Blowing with the wind of change

Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow dream away
In the wind of change

Walking down the street
Distant memories
Are buried in the past forever
I follow the Moskva
Down to Gorky Park
Listening to the wind of change

Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow share their dreams
With you and me
Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow dream away
In the wind of change

The wind of change blows straight
Into the face of time
Like a stormwind that will ring
The freedom bell for peace of mind
Let your balalaika sing
What my guitar wants to say

Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow share their dreams
With you and me

Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow dream away
In the wind of change

Leave a Comment
In word we trust